Minggu, 12 Januari 2020

Jenis-jenis Elektroda SMAW

Jenis-jenis Elektroda SMAW

Berdasarkan standar yang sudah dibuat, terdapat empat jenis elektroda SMAW. Berikut keempat jenis elektroda tersebut.

Selulosa

Elektroda selulosa memiliki lapisan yang mengandung material organik dengan jumlah yang besar. Material organik yang biasa digunakan adalah selulosa (penggunaannya lebih dari 30% berat lapisan). Selain selulosa ada material organik lain yang bisa digunakan. Material organik tersebut seperti tepung kayu, arang kayu, katun, kanji, dan getah.

Gambar 1. Elektroda E6010

Menurut American Welding Society (AWS), elektroda selulosa diklasifikasikan dengan kode E6010. Komposisinya yakni selulosa 40%, TiO₂ 25%, MgSiO₃ 20%, Fe-Mn yang diikat dengan sodium atau potassium silicate 15%. Aplikasi elektroda jenis ini antara lain untuk pengelasan baja karbon secara umum dan pengelasan pipa (umumnya digunakan di Amerika).

Rutile

Elektroda rutile memiliki lapisan dengan kandungan utama titanium-oxide (TiO₂). Kandungan tersebut baik untuk pembentukan slag dan menstabilkan busur las.

Menurut AWS, elektroda rutile diklasifikasikan dengan kode E6012 dan E6013. Komposisi elektroda jenis ini yaitu selulosa 4%, TiO₂ 50%, CaCO₃ 10%, SiO₂ 6%, Mica 20%, Fe-Mn yang diikat dengan sodium atau potassium silicate 10%. Aplikasi elektroda rutile antara lain untuk pengelasan baja karbon secara umum (umumnya digunakan di UK).

Iron-oxide

Elektroda iron-oxide memiliki lapisan dengan kandungan iron-oxide dan silikat (silikat terkadang ditambah dengan manganese oxide). Pengelasan yang dihasilkan tergolong lunak dan berkekuatan rendah.

Menurut AWS, elektroda iron-oxide diklasifikasikan dengan kode E6020. Komposisinya yakni iron-oxide, iron carbonate, dan manganese dengan mineral silikat beserta ferro-manganese. Manik-manik yang dihasilkan dengan menggunakan iron-oxide terlihat lebih baik. Akan tetapi aplikasi elektroda dengan pelindung iron-oxide sangat terbatas.

Basic (Basa)

Elektroda basa memiliki lapisan dengan kandungan calcium carbonate dan calcium fluoride sebagai pengikat dan deoxidant. Pengelasan menggunakan elektroda ini menghasilkan slag basa yang agak cair. Slag yang telah beku menjadi keras dan nampak seperti kaca berwarna coklat. Pembentukan gas pelindung pada elektroda jenis ini tergolong lambat. Oleh karena itu anda harus menjaga jarak busur agar selalu pendek.

Menurut AWS, elektroda basa diklasifikasikan dengan kode E7015 dan E7016. Komposisi elektroda basa yaitu CaCO₃ 60%; CaF₂ 30%; Fe-Mn 2,5%; Fe-Si  4%; Fe-Ti yang diikat dengan sodium atau potassium silicate sebesar 2,5%. Aplikasinya antara lain untuk mengelas baja berkekuatan tinggi, mengelas struktur kapal yang kritis, dan mengelas baja yang digunakan pada suhu di bawah nol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar